Cianjur, Jawa Barat – Seni tradisional Sunda kembali menggeliat di pesisir selatan Cianjur. Lingkung Seni Wayang Golek Giri Jaya Putra, yang dipimpin oleh Dalang Desep Apin Junaedi, tengah menjalani proses revitalisasi setelah sempat lama vakum dari panggung pertunjukan.
Didukung penuh oleh Yayasan Tulaten Widya Karya, gerakan ini bertujuan menghidupkan kembali warisan budaya yang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan moral dan perekat silaturahmi masyarakat.
“Membiarkan kebudayaan lokal ini padam adalah kerugian sejarah yang besar,” demikian disebutkan Desep Apin Junaedi, Sabtu (19/9).
Disebutkannya pula, tahapan Revitalisasi Program ini dimulai dengan konsolidasi komunitas melalui obrolan budaya, pemetaan potensi seniman, hingga inventarisasi peralatan. Kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya seperangkat wayang golek lengkap, sound system, serta panggung dan pencahayaan yang memadai.
Rekam Jejak & Agenda Mendatang Meski dalam masa transisi, Giri Jaya Putra tetap aktif tampil di berbagai acara, termasuk panggung HUT RI di Desa Karangwangi dan undangan khusus di Garut Selatan. Bulan Oktober mendatang, mereka akan kembali hadir dalam pagelaran bertajuk Sapamikiran dan Sahate, sebagai ajang pembuktian eksistensi di ranah publik.
Konsep Pertunjukan Baru Dengan tema Tradisi Berbalut Inovasi Pertunjukan, pementasan akan dikemas lebih modern: tata panggung dengan pencahayaan dramatis, efek kabut, humor segar dari tokoh Panakawan, serta harmoni musik Sunda klasik yang dipadukan dengan sentuhan kekinian.
“Revitalisasi ini bukan sekadar menghidupkan seni pertunjukan, melainkan menyelamatkan identitas budaya Sunda agar tetap lestari dan relevan bagi generasi muda. Dukungan masyarakat, pemerintah, hingga donatur diharapkan mampu melengkapi kebutuhan sarana agar Wayang Golek Giri Jaya Putra kembali menjadi kebanggaan Cianjur Selatan, dan mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten atau provinsi.” tambah Hasan, S. Pd tokoh masyarakat Karang wangi. **






